Kamis, 28 Februari 2013

Waktu Sakral

Karena aku ingin seperti bulan
Yang saling memandang
Dari dua ufuk yang  berbeda
Itu waktu yang sakral
Ketika senja dan malam mengetuk
Matahari terbenam dan bulan terbit

Ketahuilah sesakit apapun perpisahan
Masih lebih indah waktu sakral kita
Meski aku tak sempat pamit padamu
Seperti bulan dini hari yang tenggelam
Meski kau tak sempat menyambut tibaku
Seperti matahari fajar

Karena sesakit apapun tanpamu
Masih lebih indah ketika denganmu
Meski rindu menunggu
Lalu dini kulepas cahayamu
Lalu pagi kau kenang putihku

Di waktu sakral kita nanti
Ijinkan aku luruh karena apimu
Dan kau padam karena tangismu
Lalu kita habiskan waktu tanpa pagi dan malam
Karena kita bulan dan matahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar