Kau rasakan terpaan angin di wajah dan tubuhmu yang tertutupi pakaian tipis..
Getir risau menggerayangi pikiranmu,
Sembari tersenyum bebas seolah terbang.
Kau dengar bising mesin yang melahap keras tawamu.
Kemudian terbang bersama mengalahkan rotasi bumi!
Terobsesi mengejar cahaya-cahaya yang tampak bergaris-garis di pelupuk mata.
Dan kau seolah raja dengan mahkota kematian!!
Begitulah arwah yang terjeruji dalam jiwa malam.
_LA_
Minggu, 29 Januari 2012
Kamis, 12 Januari 2012
Dunia Abu-Abu
Aku sakit. Di sini. Tepat di sini.
Aku menunggumu, sangat lama.
Tetapi, kenapa kau tidak melihatku?
Aku sering melihatmu di sini, tapi tak pernah ku mendapat balasmu.
Kau seperti langit malam yang gelap.
Yang memiliki bulan di antara gembulan awan hitam.
Dan di sini aku berselimut langit dan memandang dirimu.
Tetapi perlahan rerintikan hujan menamparku.
Seolah aku diajarkan bersedih.
Seolah langit itu menangis untukku.
Karena aku hanya bisa memandangmu dari jauh.
Karena aku tak pernah tampak di matamu.
Lancangkah aku jika kusemat cinta untukmu?
Lancangkah aku jika kuhentikan langkahmu untuk menemuinya?
Mengapa aku terus mencintaimu?
Jika ku tahu aku hanya akan berdiri di sini.
Masih dari jauh. Di tengah dunia abu-abu.
Aku menunggumu, sangat lama.
Tetapi, kenapa kau tidak melihatku?
Aku sering melihatmu di sini, tapi tak pernah ku mendapat balasmu.
Kau seperti langit malam yang gelap.
Yang memiliki bulan di antara gembulan awan hitam.
Dan di sini aku berselimut langit dan memandang dirimu.
Tetapi perlahan rerintikan hujan menamparku.
Seolah aku diajarkan bersedih.
Seolah langit itu menangis untukku.
Karena aku hanya bisa memandangmu dari jauh.
Karena aku tak pernah tampak di matamu.
Lancangkah aku jika kusemat cinta untukmu?
Lancangkah aku jika kuhentikan langkahmu untuk menemuinya?
Mengapa aku terus mencintaimu?
Jika ku tahu aku hanya akan berdiri di sini.
Masih dari jauh. Di tengah dunia abu-abu.
Langganan:
Postingan (Atom)