Well, mengapa saya
beri judul seperti itu?
Karena saya baru saja
mengalaminya.
Tepatnya pukul 12 malam, saya menjulurkan kunci kosanku
bermaksud membuka pintu, tapi nyatanya tidak terkunci. Hal pertama yang saya pikir
“Ow ow. Kemungkinan besar barang saya hilang.” Siapa sih yang gak ngiler sama
kosan yang gak kekunci.
Saya mengitari kosan saya, mulai dari ruang tamu – yang kecil,
ruang TV – yang kecil, sampai ke kamar saya. “Ah, pintu kamarku terbuka. Dan seingat
saya saya selalu menutupnya kalau ingin keluar kosan. Ah, ada orang lain yang
menyentuh kamarku.” Pikiran ini membuatku mual.
Hal berikutnya saya membuka pintu lemari, uang 2 ribu ku
tersembul keluar dari laci. “Ah, seingat saya, saya menutup laci lemariku
dengan rapi.” Ku buka, ku periksa amplop berisi uang – yang bukan uangku, RAIB.
Tinggal lembaran-lembaran nota yang disisakan. Kulihat catatan saldonya,
kupikir masih bisa ku ganti.
Saya mulai mendesah lega. Tentu saja, dengan sedikit
perabotan berharga dalam kosan yang bisa dibawa, sedikit yang bisa dibawa pergi
oleh MALING SIALAN. Aku mengucap syukur sebelum sempat melirik meja kecil
komputerku – yang merangkap sebagai meja makan, ada yang HILANG di sana.
LAPTOP-ku tercinta telah HILANG. Laptop “KENSHIN” – terinsipirasi dari Kenshin
Himura Samurai X – ku yang telah menemaniku selama 5 tahun. Dengan segala kenangan yang telah kami ukir
bersama, suka duka yang kami lalui, tawa yang saya bagi saat saya menonton
anime di laptopku tersebut, stiker Metanoiac – nama media di PERSMA, UKM di
kampus, stiker HVR – nama perkumpulan orang-orang gila tapi seru, stiker Elektro
– Jurusan saya waktu kuliah dulu, stiker TOPJER – food court tempat saya perah
bekerja part-time waktu masih kuliah, dan stiker TzenArt – tempat sablon baju
keren tempat saya pernah kerja part-time juga, saya merasa bersalah tidak bisa
menjaganya dengan baik.
Hal pertama yang
terlintas di pikiranku.
“Ah, padahal tadi
saya berniat nonton anime Yahari Ore No Seishun.” Saya melirik steker di
ruang TV. Yap, bahkan casnya pun tidak lupa diambil. Memikirkan kebiasaan
nontonku, saya mulai mual. Kupikir, NONTON sudah menjadi KEBUTUHAN. Saya terbiasa
pulang dari kantor, langsung buka LAPTOP. Saya terbiasa kalau makan, harus
sambil nonton. Sementara TV saya juga lagi bermasalah, butuh SERVICE. Saya
mulai mual, saya butuh sandaran. ):
Hal kedua yang saya
pikirkan.
“Dataku?” Well,
hanya data-data OJT saya, tingkat prioritasnya medium. Foto-foto? Film? Aman di
harddiskku, untung saja saya membawa serta harddiskku ke kantor, padahal tumben
banget sih. Alhamdulillah.
Hal ketiga?
“Ah, padahal kalau
dijual paling mentok bisa laku 2 jt. Itupun saya masih ragu.” Tega banget
sih MALING SIALAN-nya, padahal kalau mau dibandingkan kenangan sama uang, lebih
penting KENANGAN-nya. Saya merasa geram bercampur sedih, jika MALING SIALAN itu
menjual KENANGAN PENTING-ku seharga paling mentok DUA JUTA. Kalau memikirkan
ini, saya gak bisa rela.
Well, Hal keempat.
“Beli Baru?”
kalau mikir begini, sempat terlintas, mungkin memang jalannya saya beli baru. Mengingat
saya pernah ada niat membeli laptop baru sewaktu LAPTOP ku sempat SAKIT – hikz,
nostalgia lagi. Mengingat nonton adalah kebutuhan, terpaksa niat membeli
SAMSUNG GALAXY NOTE 4 saya batalkan dulu. Kalau saya membandingkan tingkat
prioritasnya, saya lebih butuh LAPTOP dibanding HP – LAGI. Hehe, aduh kok saya
masih bisa nyengir gini.
Hal kelima.
“Perlukah saya
mengutuk MALING SIALAN itu?” Well, tanpa perlu saya kutuk pun, suatu saat
dia dapat balasannya. Saya percaya sama hukum SEBAB-AKIBAT. Ah, saya
benar-benar berharap MALING SIALAN itu dapat balasan yang berkali-kali lipat.
Hal keenam.
“Semoga ini bisa jadi
pelajaran buat saya.”
Memang semua hal-hal yang disayang itu suatu saat akan
hilang – dengan cara apapun itu, bahkan dengan cara kemalingan sekalipun. Well,
kita gak mungkin merasa kehilangan kalau kita gak sayang sama sesuatu itu.
Hal ketujuh.
“POSITIVE THINKING!!”
Saya akui saya sedih, kehilangan LAPTOP yang begitu
berharga, meskipun selama ini saya selalu perlakukan dengan cara tidak baik. Saya
merasa SESAK, diisi oleh berbagai emosi, sedih, marah, geram, ingin mengutuk, mencoba
melepaskan, mencoba senyum, mencoba bersyukur, mencoba POSITIVE THINKING.
Bukannya bermaksud sok tegar yak. Tapi, poin-poin di bawah
ini mungkin bisa sedikit membantu.
-
- Saya bisa ke kantor kok buat nonton. Tapi ah, gak nyaman banget nonton di kantor, gak bisa guling-gulingan, gak bisa tidur-tiduran, mesti pakaian lengkap dengan jilbab.
- Saya bisa mengatasi kebiasaan nonton saya. Yap, saya bisa beradaptasi lagi kok. Saya bisa membawa TV saya di tempat SERVICE, mudah-mudahan tidak akan memakan waktu banyak. Palingan, ngumpulin niatnya yang lama. Hahaha.
- Saya bisa lebih memikirkan KEAMANAN saya. Saat keluar kosan, saya harus mengunci KAMAR saya dan menyembunyikan kuncinya, mengingat kamar adalah tempat penyimpanan barang-barang pribadi. Saya gak pungkiri sih, kalau semalam tidur di kamar yang sudah dimasuki MALING bikin paranoid.
- Saya perlu lebih CHECK AND RECHECK. Saya kepikiran untuk mencetak tulisan “KUNCI AKU” dan kutempel di atas daun pintu kosan saya. Ini bukan IDE yang MEREPOTKAN, kok.
- Bersyukur, barang-barang yang lain gak ikutan RAIB. Meskipun kalau saya mengatakan, “hanya laptop saya yang hilang,” saya gak pungkiri kalau saya sangat SEDIH saat mengatakannya. Sedikit MEREMEHKAN juga untuk LAPTOP ku yang sudah setia menemaniku. Hehe
- Well, saya kadang berpikir alangkah ajaibnya kalau MALING SIALAN itu mengembalikan laptopku, atau laptopku bisa kembali lagi padaku dengan cara apapun itu. MIMPI memang INDAH. Bukan berarti saya berhenti BERHARAP.
- Bajet buat beli NOTE 4 bisa buat beli laptop kok. Saya masih bisa nabung kok buat beli NOTE 4 nanti.
THE POINT IS, LET IT
GO GUYS.
ALL IS WELL, kalau
kata 3 IDIOTS.
BADAI PASTI BERLALU,
kalau kata lagunya Berlian Hutauruk.
Anyway, SEMUA PASTI
BERLALU, kok. Tinggal dari sudut mana kita memandangnya.
Semangat INDAH –
Jurus menghibur diri. =D