Aku sakit. Di sini. Tepat di sini.
Aku menunggumu, sangat lama.
Tetapi, kenapa kau tidak melihatku?
Aku sering melihatmu di sini, tapi tak pernah ku mendapat balasmu.
Kau seperti langit malam yang gelap.
Yang memiliki bulan di antara gembulan awan hitam.
Dan di sini aku berselimut langit dan memandang dirimu.
Tetapi perlahan rerintikan hujan menamparku.
Seolah aku diajarkan bersedih.
Seolah langit itu menangis untukku.
Karena aku hanya bisa memandangmu dari jauh.
Karena aku tak pernah tampak di matamu.
Lancangkah aku jika kusemat cinta untukmu?
Lancangkah aku jika kuhentikan langkahmu untuk menemuinya?
Mengapa aku terus mencintaimu?
Jika ku tahu aku hanya akan berdiri di sini.
Masih dari jauh. Di tengah dunia abu-abu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar