Senin, 26 Agustus 2013

A dan B atau C

Jika B adalah jawaban setelah A.
Ku harap semudah itu membolak-balikkan hati.
Ku aminkan doa sebelum tidurku itu.
Pada Tuhan.

Dan jika sakit kepala bisa kusembuhkan dengan obat.
Ku harap sakit karena mengingat bisa turut sembuh.
Tapi rupanya jawaban setelah A kadang rumit.
Tidak B atau C.
Itu doaku setelah terbangun.
Pada Tuhan.

Aku melirik waktu.
Berpikir aku telah melupakan sesuatu.
Aku lupa mengenalmu lebih dulu.
Aku lupa ada B setelah A.
Lihatlah aku yang baru saja tersadar dari bodohku.
Aku tiba-tiba memiliki perasaan yang begitu sesak.
Lupa entah kapan dan mengapa.

Aku lalu mengadukan bodohku itu.
Tidak pada Tuhan.
Tapi padamu.
Aku bertanya jawaban setelah A.
Kau hanya tersenyum.
Ah, kau lebih bodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar