-Dia-
kau tak tau aku mencintaimu sejak lama.
bahkan saat dia masih ada dalam hatimu.
kau tak tau itu, dan aku enggan untuk menyampaikan rasa itu.
kau sempat nyata dalam benakku.
suaramu sempat terlantunkan dalam kisahku.
saat itu hatimu sedang tertorehkan luka karenanya.
saat itu, aku bertatih tuk sembuhkan lukamu.
berharap aku punya daya untuk itu!
tapi, makin hari kau tak ada kabar.
kau menghilang dari peredaran mataku.
cintaku mencari hatimu.
tulus.
aku baru saja ingin memberitahumu sesuatu.
sesuatu yang sudah lama ingin melabuhkan cintamu dalam jiwaku.
kau menghilang.
kurasakan hampa.
kini aku menemukanmu.
tepatnya, kau yang membawaku ke pertemuan kita kembali.
syukurlah kau masih mengingatku.
cintaku hampir saja mati karena lelah mencarimu.
sekarang, kau kembali nyata dalam benakku.
suaramu kembali terngiang dalam kisahku.
aku ingin kau jadi milikku.
aku tak akan pernah melepasmu lagi.
tak akan ku sia-siakan dirimu.
aku mencintaimu. sungguh.
-Aku-
kau katakan segalanya padaku.
rasamu. tentang dulu kau mencariku.
entahlah.
sejenak ku pikir kau tak perlu jawaban dariku.
kau pun tak pernah bertanya padaku.
hingga aku terbiasa dengan suaramu. perhatianmu. dan mungkin cintamu.
dan aku merasa nyaman dengan keberadaanmu.
sejak itu, kau semakin sering mengusik pikiranku.
hatiku mulai terusik olehmu.
bahkan aku menanti namamu muncul di layar handphone-ku.
mendengar candamu.
kau tau, sejenak aku berharap detik jam terhenti saat itu agar aku bisa berlama-lama denganmu.
entahlah.
aku melarang hatiku jatuh cinta.
karena aku tau, apa yang kurasa saat ini mungkin sama dengan apa yang kau rasakan padaku.
entah itu aku harus bahagia.
aku bingung.
aku hanya takut tersakiti lagi.
tapi, malam ini..
kau membuat semuanya jelas dengan sendirinya.
ku harap kau tak mendustaiku.
i hope u'll be the last for me.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar