Rabu, 12 Januari 2011

Tak bisa cinta

tak bisa cinta

Aku merasa benar telah mengakhiri suasana genting ini, Suasana di mana aku harus merasa terpaksa mencintai seseorang.. seseorang yang sangat sulit Q terima… memintanya agar hubungan ini di “break” saja sangat berat untukku… dia masih polos Tuhan, tak seharusnya dia tersakiti!!

Aku tak biasa bermain-main dengan cinta. Tak bisa sama sekali.. tapi, kenapa yang kulihat begitu banyak yang sudah tidak perduli keberadaan cinta itu sendiri?? Mengapa begitu banyak orang yang menikmati hubungan yang tanpa cinta itu? Dan anehnya,, kenapa ku sama sekali tak bisa?

Aku tak ingin melihat orang terluka karenaku..

Karena telah mencintai seseorang yang tak bisa mencintainya.. kenapa aku tak bisa membahagiakan mereka tanpa aku tak perlu memaksakan senyum.. menepis getir ketika ku mengucap “sayang” padanya!

Aku ingin bisa mencintainya.. karena ku tau dia tulus mencintaiku!

“Aku sayang padamu”

Setiap kalimat itu terlontar, hatiku perih.. kenapa aku sama sekali tak bisa mencintainya? Kenapa hatiku ini? Saat ku yakin pada seseorang, hatiku malah menolak untuk mencintainya.. dan ketika aku mulai membuka hati, seperti masa laluku dulu, dia memujaku, mengindahkanku, menyenangkanku dengan janji-janjinya. Dan aku percaya, karena aku cinta. Tapi semua berlalu.. dengan luka yang tertoreh di benakku! Ughh, sakit_

22 juli 2010, 17.22
“Aku ingin menjomblo.”
Dia terdiam.
“Aku ingin fokus pada kuliahku nanti. Aku ingin berfokus pada masa depanku dulu.”
“Aku merasa terganggu dengan keadaanku sekarang.”
“halo, tidak apa-apa ‘kan?”
“Hikz,, hehehe”, dia mencoba menyembunyikannya dengan tawa canda.
“aku sayang padamu”, aku menghiburnya. “Berikan aku waktu untuk bisa mencintaimu!”, gumamku_
“Aku juga sayang padamu.”
“Aku tunggu kamu tamat SMA nanti, ya?”
“Tamat SMA? Tapi aku khawatir kamu akan menemukan penggantiku..”
“kan aku bilang, aku ingin fokus sama kuliahku. Lagipula aku ingin menikmati kebebasan tanpa ada ikatan. Hehehe”
“Hhhuuuuu”, dia mencibir.
“Tidak apa-apa ‘kan?”
“Iya Kak.”
“Jangan panggil aku ‘Kak’!”
“Iya sayang. Hehe”
“Jangan juga panggil aku ‘sayang’! kita ‘kan lagi break?!”
“trus?”
“nama aja. Sudah dulu ya? Assalamu Alaikum.”
“Wa alaikum salam.”
Huft, saya harap dia tidak kecewa padaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar