Jumat, 29 Juni 2012

Bulan Senja

Aku lalu mendengar seruan,
"Sayang, bulan malam ini cantik."
Aku spontan mendongak.
Ah, luka..
...
Teringat kembali pada tangis.
Teringat kembali pada bulan senja.
Di batas biru.
Bulan tenggelam di ufuk barat.

Di layar putih,
Aku memainkan kerang pada pasir.
Sebuah serpihan memori,
Sebuah nama,
Sebuah lukisan wajah.

Ah, Luka.
Andai menghilangkanmu semudah ombak yang menepi.
Tapi, hingga matahari senja berpamit,
Sebuah nama,
Sebuah luksian wajah,
Masih menjadi serpihan memori.

Ah, Luka.
Andai masamu hanya selama senja.
Aku mungkin baik-baik saja,
Saat menatap bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar