Jumat, 22 Juni 2012

Matahariku di Ambang Pintu

Apa yang dia lakukan di ambang pintu?
Saat dia memunggungiku,
Kupikir dia akan segera meninggalkanku,
Tapi dia hanya berdiri di ambang pintu.
Sedang aku masih tertunduk membaca buku.
Berpura-pura masih membaca.
Menolak mendongak dan hanya menatap punggungnya.

Tapi dia hanya berdiri di ambang pintu.
Mungkin saja sedang memperhatikanku.
Ah, aku masih saja suka tertidur.
Tapi, ternyata hari sudah pagi.

Aku semakin suka bermimpi,
Semakin suka duduk mematung,
Sampai tertidur pun di sini.

Aku semakin sering bermimpi,
Semakin sering berpikir tidak masuk akal,
Sampai aku berpura-pura tidak mengenal diriku.

Karena segala hal tentangnya adalah halusinasi.
Berharap adalah hal gila.
Atau pun bermimpi tentangnya.

Karena dia bagiku adalah matahari.
Aku bisa saja mencintainya.
Tapi menggapainya adalah hal yang sama dengan menjadi Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar