Rabu, 18 November 2015

Rasa Abis Kemalingan Itu...



Well, mengapa saya beri judul seperti itu?
Karena saya baru saja mengalaminya.

Tepatnya pukul 12 malam, saya menjulurkan kunci kosanku bermaksud membuka pintu, tapi nyatanya tidak terkunci. Hal pertama yang saya pikir “Ow ow. Kemungkinan besar barang saya hilang.” Siapa sih yang gak ngiler sama kosan yang gak kekunci.
Saya mengitari kosan saya, mulai dari ruang tamu – yang kecil, ruang TV – yang kecil, sampai ke kamar saya. “Ah, pintu kamarku terbuka. Dan seingat saya saya selalu menutupnya kalau ingin keluar kosan. Ah, ada orang lain yang menyentuh kamarku.” Pikiran ini membuatku mual.
Hal berikutnya saya membuka pintu lemari, uang 2 ribu ku tersembul keluar dari laci. “Ah, seingat saya, saya menutup laci lemariku dengan rapi.” Ku buka, ku periksa amplop berisi uang – yang bukan uangku, RAIB. Tinggal lembaran-lembaran nota yang disisakan. Kulihat catatan saldonya, kupikir masih bisa ku ganti.

Saya mulai mendesah lega. Tentu saja, dengan sedikit perabotan berharga dalam kosan yang bisa dibawa, sedikit yang bisa dibawa pergi oleh MALING SIALAN. Aku mengucap syukur sebelum sempat melirik meja kecil komputerku – yang merangkap sebagai meja makan, ada yang HILANG di sana. LAPTOP-ku tercinta telah HILANG. Laptop “KENSHIN” – terinsipirasi dari Kenshin Himura Samurai X – ku yang telah menemaniku selama 5 tahun.  Dengan segala kenangan yang telah kami ukir bersama, suka duka yang kami lalui, tawa yang saya bagi saat saya menonton anime di laptopku tersebut, stiker Metanoiac – nama media di PERSMA, UKM di kampus, stiker HVR – nama perkumpulan orang-orang gila tapi seru, stiker Elektro – Jurusan saya waktu kuliah dulu, stiker TOPJER – food court tempat saya perah bekerja part-time waktu masih kuliah, dan stiker TzenArt – tempat sablon baju keren tempat saya pernah kerja part-time juga, saya merasa bersalah tidak bisa menjaganya dengan baik.

Hal pertama yang terlintas di pikiranku.

“Ah, padahal tadi saya berniat nonton anime Yahari Ore No Seishun.” Saya melirik steker di ruang TV. Yap, bahkan casnya pun tidak lupa diambil. Memikirkan kebiasaan nontonku, saya mulai mual. Kupikir, NONTON sudah menjadi KEBUTUHAN. Saya terbiasa pulang dari kantor, langsung buka LAPTOP. Saya terbiasa kalau makan, harus sambil nonton. Sementara TV saya juga lagi bermasalah, butuh SERVICE. Saya mulai mual, saya butuh sandaran. ):
Hal kedua yang saya pikirkan.
“Dataku?” Well, hanya data-data OJT saya, tingkat prioritasnya medium. Foto-foto? Film? Aman di harddiskku, untung saja saya membawa serta harddiskku ke kantor, padahal tumben banget sih. Alhamdulillah.

Hal ketiga?

“Ah, padahal kalau dijual paling mentok bisa laku 2 jt. Itupun saya masih ragu.” Tega banget sih MALING SIALAN-nya, padahal kalau mau dibandingkan kenangan sama uang, lebih penting KENANGAN-nya. Saya merasa geram bercampur sedih, jika MALING SIALAN itu menjual KENANGAN PENTING-ku seharga paling mentok DUA JUTA. Kalau memikirkan ini, saya gak bisa rela.

Well, Hal keempat.

“Beli Baru?” kalau mikir begini, sempat terlintas, mungkin memang jalannya saya beli baru. Mengingat saya pernah ada niat membeli laptop baru sewaktu LAPTOP ku sempat SAKIT – hikz, nostalgia lagi. Mengingat nonton adalah kebutuhan, terpaksa niat membeli SAMSUNG GALAXY NOTE 4 saya batalkan dulu. Kalau saya membandingkan tingkat prioritasnya, saya lebih butuh LAPTOP dibanding HP – LAGI. Hehe, aduh kok saya masih bisa nyengir gini.

Hal kelima.

“Perlukah saya mengutuk MALING SIALAN itu?” Well, tanpa perlu saya kutuk pun, suatu saat dia dapat balasannya. Saya percaya sama hukum SEBAB-AKIBAT. Ah, saya benar-benar berharap MALING SIALAN itu dapat balasan yang berkali-kali lipat.

Hal keenam.

“Semoga ini bisa jadi pelajaran buat saya.”
Memang semua hal-hal yang disayang itu suatu saat akan hilang – dengan cara apapun itu, bahkan dengan cara kemalingan sekalipun. Well, kita gak mungkin merasa kehilangan kalau kita gak sayang sama sesuatu itu.

Hal ketujuh.

“POSITIVE THINKING!!”
Saya akui saya sedih, kehilangan LAPTOP yang begitu berharga, meskipun selama ini saya selalu perlakukan dengan cara tidak baik. Saya merasa SESAK, diisi oleh berbagai emosi, sedih, marah, geram, ingin mengutuk, mencoba melepaskan, mencoba senyum, mencoba bersyukur, mencoba POSITIVE THINKING.
Bukannya bermaksud sok tegar yak. Tapi, poin-poin di bawah ini mungkin bisa sedikit membantu.
-          
  • Saya bisa ke kantor kok buat nonton. Tapi ah, gak nyaman banget nonton di kantor, gak bisa guling-gulingan, gak bisa tidur-tiduran, mesti pakaian lengkap dengan jilbab.
  •  Saya bisa mengatasi kebiasaan nonton saya. Yap, saya bisa beradaptasi lagi kok. Saya bisa membawa TV saya di tempat SERVICE, mudah-mudahan tidak akan memakan waktu banyak. Palingan, ngumpulin niatnya yang lama. Hahaha.
  • Saya bisa lebih memikirkan KEAMANAN saya. Saat keluar kosan, saya harus mengunci KAMAR saya dan menyembunyikan kuncinya, mengingat kamar adalah tempat penyimpanan barang-barang pribadi. Saya gak pungkiri sih, kalau semalam tidur di kamar yang sudah dimasuki MALING bikin paranoid.
  • Saya perlu lebih CHECK AND RECHECK. Saya kepikiran untuk mencetak tulisan “KUNCI AKU” dan kutempel di atas daun pintu kosan saya. Ini bukan IDE yang MEREPOTKAN, kok.
  • Bersyukur, barang-barang yang lain gak ikutan RAIB. Meskipun kalau saya mengatakan, “hanya laptop saya yang hilang,” saya gak pungkiri kalau saya sangat SEDIH saat mengatakannya. Sedikit MEREMEHKAN juga untuk LAPTOP ku yang sudah setia menemaniku. Hehe
  • Well, saya kadang berpikir alangkah ajaibnya kalau MALING SIALAN itu mengembalikan laptopku, atau laptopku bisa kembali lagi padaku dengan cara apapun itu. MIMPI memang INDAH. Bukan berarti saya berhenti BERHARAP.
  • Bajet buat beli NOTE 4 bisa buat beli laptop kok. Saya masih bisa nabung kok buat beli NOTE 4 nanti.
THE POINT IS, LET IT GO GUYS.
ALL IS WELL, kalau kata 3 IDIOTS.
BADAI PASTI BERLALU, kalau kata lagunya Berlian Hutauruk.
Anyway, SEMUA PASTI BERLALU, kok. Tinggal dari sudut mana kita memandangnya.
Semangat INDAH – Jurus menghibur diri. =D

3 komentar:

  1. bohong lagi nanti abi yang cantik hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba eja dulu kalimat kk terus nanti jelasin ke saya.
      kayaknya perlu design tanda larangan baca buar Erdhi Dwi Cahyo.

      Hapus