Sebenarnya, aku tidak pernah
berniat menaruh luka di hatimu. Atau pun meluruhkan tangis di pipimu. Aku hanya
seorang lelaki biasa yang berjanji di masa lalu. Tanpa pernah bertukar kabar,
kita menyimpan nama kita masing-masing, setia menjaga hati, sambil diam-diam
menyelipkan harapan dalam doa pada Tuhan. Aku dan duniaku, kamu dan duniamu.
Kita melangkah menuju mimpi kita masing-masing, tanpa sedikit pun kita saling
menyalahkan. Aku sungkan padamu, kamu pun mengerti padaku. Bagiku, kita adalah
dua buah 'sepotong hati' yang bertemu, saling melengkapi. Siapa sangka semua
itu perlahan terbungkus dalam masa lalu?
Entah sejak kapan, jarak langkah
kaki kita berbeda. Jarak langkahmu sejauh tiga kali langkahku. Aku terperangah
saat tahu kabarmu, bahwa kamu sudah terlampau jauh di depanku. Subhanallah, Aisyah, kamu begitu indah.
Mataku haru berkaca-kaca, lelaki bodoh mana yang tidak bahagia ketika seorang
perempuan yang dicintainya istiqomah menjaga hati dan dirinya?
Tetapi, Aisyah, aku masih
tertinggal jauh di belakang. Kita bahkan berada di jalan yang berbeda sekarang.
Kamu yang begitu indah dan tinggi, tidak pantas dipersandingkan denganku,
Aisyah. Lihatlah kanan-kirimu, lihatlah kanan-kiriku, dunia kita berbeda. Aku
bahkan tak berani menggenggam tanganmu, apalagi jika harus menanggung masa
depanmu. Katamu, kamu bersedia menungguku, lalu bersama-sama kita melangkah
beriringan. Tetapi, tidakkah waktumu menjadi sia-sia?
"Ini demi kebaikanmu,"
begitu kataku. Tetapi, kamu tetap berkeras ingin menunggu, aku berkeras untuk
melepasmu. Tidak ada gunanya menyimpan hatimu untukku yang tidak berani
menjawab iya pada pintamu. Sungguh, Aisyah, menyerah terhadapmu pun bukan hal
yang mudah. Sama sepertimu yang selalu mengeluh pada Tuhan saat merawatku dalam
doa-doamu. Berkata semua baik-baik saja, padahal setiap tulisanmu yang
bercerita tentangku begitu pahit.
Saatnya kita mengurai janji yang
diikrarkan oleh sepasang kita yang dulu. Kelak, kamu akan mengenangku dalam
tulisan-tulisan pahitmu yang telah usang dalam kenangan. Sedangkan aku sibuk
bersanding dengan karma. Percayalah bahwa suatu saat, kamu akan temukan
bahagiamu yang tidak ada aku di dalamnya. Pun aku akan rencanakan bahagiaku
yang tidak ada kamu di dalamnya. Ikhlaskanlah, Aisyah, bahwa kita bukan sepaket
bahagia dari Tuhan.
P.S : Tulisan ini kudedikasikan
untuk sahabat baik saya.
Yuk kunjungi S1288POKER agen poker online uang asli terpercaya indonesia. Dilayani oleh customer service yang ramah dan baik yang siap melayani anda selama 24 jam Non-stop. Proses Deposit dan Withdraw tercepat hanya 5 menit. Di S1288POKER kalian bisa memainkan 6 permainan hanya dalam satu user id.
BalasHapusAyooo..tunggu apalagi yuk daftarin diri kalian segera di S1288POKER untuk dapatin bonus yang menarik serta pelayanan Customer Service yang sangat memuaskan. (PIN BBM : 7AC8D76B)