Senin, 06 November 2017

Kita Bukan Sepaket Bahagia

Sebenarnya, aku tidak pernah berniat menaruh luka di hatimu. Atau pun meluruhkan tangis di pipimu. Aku hanya seorang lelaki biasa yang berjanji di masa lalu. Tanpa pernah bertukar kabar, kita menyimpan nama kita masing-masing, setia menjaga hati, sambil diam-diam menyelipkan harapan dalam doa pada Tuhan. Aku dan duniaku, kamu dan duniamu. Kita melangkah menuju mimpi kita masing-masing, tanpa sedikit pun kita saling menyalahkan. Aku sungkan padamu, kamu pun mengerti padaku. Bagiku, kita adalah dua buah 'sepotong hati' yang bertemu, saling melengkapi. Siapa sangka semua itu perlahan terbungkus dalam masa lalu?

Entah sejak kapan, jarak langkah kaki kita berbeda. Jarak langkahmu sejauh tiga kali langkahku. Aku terperangah saat tahu kabarmu, bahwa kamu sudah terlampau jauh di depanku.  Subhanallah, Aisyah, kamu begitu indah. Mataku haru berkaca-kaca, lelaki bodoh mana yang tidak bahagia ketika seorang perempuan yang dicintainya istiqomah menjaga hati dan dirinya?

Tetapi, Aisyah, aku masih tertinggal jauh di belakang. Kita bahkan berada di jalan yang berbeda sekarang. Kamu yang begitu indah dan tinggi, tidak pantas dipersandingkan denganku, Aisyah. Lihatlah kanan-kirimu, lihatlah kanan-kiriku, dunia kita berbeda. Aku bahkan tak berani menggenggam tanganmu, apalagi jika harus menanggung masa depanmu. Katamu, kamu bersedia menungguku, lalu bersama-sama kita melangkah beriringan. Tetapi, tidakkah waktumu menjadi sia-sia?

"Ini demi kebaikanmu," begitu kataku. Tetapi, kamu tetap berkeras ingin menunggu, aku berkeras untuk melepasmu. Tidak ada gunanya menyimpan hatimu untukku yang tidak berani menjawab iya pada pintamu. Sungguh, Aisyah, menyerah terhadapmu pun bukan hal yang mudah. Sama sepertimu yang selalu mengeluh pada Tuhan saat merawatku dalam doa-doamu. Berkata semua baik-baik saja, padahal setiap tulisanmu yang bercerita tentangku begitu pahit.

Saatnya kita mengurai janji yang diikrarkan oleh sepasang kita yang dulu. Kelak, kamu akan mengenangku dalam tulisan-tulisan pahitmu yang telah usang dalam kenangan. Sedangkan aku sibuk bersanding dengan karma. Percayalah bahwa suatu saat, kamu akan temukan bahagiamu yang tidak ada aku di dalamnya. Pun aku akan rencanakan bahagiaku yang tidak ada kamu di dalamnya. Ikhlaskanlah, Aisyah, bahwa kita bukan sepaket bahagia dari Tuhan.



P.S : Tulisan ini kudedikasikan untuk sahabat baik saya.

1 komentar:

  1. Yuk kunjungi S1288POKER agen poker online uang asli terpercaya indonesia. Dilayani oleh customer service yang ramah dan baik yang siap melayani anda selama 24 jam Non-stop. Proses Deposit dan Withdraw tercepat hanya 5 menit. Di S1288POKER kalian bisa memainkan 6 permainan hanya dalam satu user id.
    Ayooo..tunggu apalagi yuk daftarin diri kalian segera di S1288POKER untuk dapatin bonus yang menarik serta pelayanan Customer Service yang sangat memuaskan. (PIN BBM : 7AC8D76B)

    BalasHapus