"I don't need what i don't have." Aku lupa di mana aku melihat atau mendengar kalimat ini. Tetapi bagiku, kalimat ini menohok pas, seperti menampar lalu menyuruhku sadar, menahan kepalaku yang selalu saja menoleh ke kanan atau ke kiri, mengagumi apa yang orang miliki tapi tidak kumiliki. Tidak masalah kalau sekadar mengagumi, tetapi setelahnya aku berandai-andai, melihat bayangan diriku yang tidak sempurna, lalu merutuk, pertama pada diri sendiri, lalu secara tidak langsung, aku menyalahkan Tuhan. Hal yang selama ini kita sering lakukan tanpa kita sadari.
"I don't need what i don't have." Aku tidak membutuhkan apa yang tidak aku miliki, bukan sebaliknya, itu artinya kita harus mensyukuri apa yang kita miliki. Banyak dari kita terlalu mementingkan diri sendiri, melihat dari satu sudut pandang saja tanpa pernah mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kita sibuk mencari apa yang kurang dari diri kita sendiri, apa yang lebih dari orang lain yang tidak kita miliki, tanpa pernah berhenti sejenak dan berpikir sebaliknya. Karena mungkin saja, orang yang kita lihat sempurna itu, memandangi kita lalu berpikir hal yang sama dengan kita, bahwa betapa eloknya kita di matanya, atau betapa banyaknya hal yang kita miliki yang membuat mereka merasa kurang.
Kita terlalu sibuk menaikkan standar untuk diri kita sendiri, tanpa pernah bercermin pada orang yang memandang kita terlalu tinggi. Kita terlalu sibuk mengejar apa yang ada di depan tanpa pernah menoleh ke belakang. Kita terlalu sibuk mencari-cari kekurangan kita, tanpa pernah berpikir bahwa itu bisa jadi kelebihan. Seperti contoh, perempuan sibuk mengeluhkan badannya yang mungil, yang tidak semampai bak model, atau badannya yang agak berisi, padahal di luar sana, ada lelaki yang lebih suka perempuan dengan badan yang mungil, yang tidak terlalu tinggi, atau badan yang agak berisi. Tetapi, di luar semua itu, bukankah apa yang kita miliki saat ini tidak ada yang abadi? Wajah cantik pun suatu saat akan keriput.
"Aku memiliki semua yang kubutuhkan," itulah yang seharusnya kita tanamkan di pikiran masing-masing, itulah makna dibalik kata Alhamdulillah yang sering kita lafazkan setelah bangun tidur, bahwa kita bersyukur terhadap apa yang kita miliki. Bukankah Tuhan yang paling tahu apa yang kita butuhkan? Apa yang terbaik untuk kita? Hanya saja kita cenderung terlalu tergesa-gesa untuk mengambil kesimpulan, menyalahkan Tuhan yang sangat tidak adil, tanpa pernah menunggu bahwa nanti suatu saat, semua akan indah pada waktunya. Barulah nanti setelah merasa mendapat jawaban, barulah kita ber-"oh" panjang, "oh, mungkin ini maksud Tuhan."
Menurutku, semua hal itu mempunyai dua sisi, keburukan pun suatu saat bisa menjadi kelebihan, kelebihan pun suatu saat bisa menjadi kekurangan, tidak ada yang dapat memuaskan nafsu manusia. Lalu, untuk apa merasa buruk terhadap diri sendiri, lalu kemudian tidak merasa semangat, bermalas-malasan bangun pagi dan tidak percaya diri saat wawancara kerja? Sedangkan perasaan bersyukur bisa saja membuat hatimu lebih damai, sepanjang hari terasa lebih bahagia, orang-orang yang melihatmu pun turut senang dan bergembira, bisa saja satu di antara mereka datang menghampirimu lalu menawarkanmu jadi menantu?
Untuk apa merasa buruk terhadap diri sendiri, kalau bersyukur tak membuatmu kehilangan apapun?
Yuk kunjungi S1288POKER agen poker online uang asli terpercaya indonesia. Dilayani oleh customer service yang ramah dan baik yang siap melayani anda selama 24 jam Non-stop. Proses Deposit dan Withdraw tercepat hanya 5 menit. Di S1288POKER kalian bisa memainkan 6 permainan hanya dalam satu user id.
BalasHapusAyooo..tunggu apalagi yuk daftarin diri kalian segera di S1288POKER untuk dapatin bonus yang menarik serta pelayanan Customer Service yang sangat memuaskan. (PIN BBM : 7AC8D76B)