Sabtu, 25 Februari 2012

Kasih Suci

Seperti kedap-kedip kursor..
Yang menunggu disulap dari temaram cahaya tuts-tuts kecil.
Seperti kata para pujangga di antara pidato para petinggi.

Seperti itu ketika kucoba menemukan takdirku.
Antara nalar dan tebaran tatap.
Menelusuri akhir dari jari telunjuk seorang peramah.
Dan sebuah anggukan kutunjukkan sebuah keterpukauan.

Di antara praduga yang tersimpan rapi,
Ada sebuah gejolak, sayangku.

Sebuah rasa,
Bahkan bising gemericik hujan masih bisu.
Kunang-kunang malam tampak samar.
Badai angin terasa seperti sebuah siulan anak kecil.

Aku sedang membicarakan kasih suci, lelakiku!
Adakah kau mengerti?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar