Aku adalah Topeng,
aku sangat handal menutup cacat yang bersembunyi di balikku. Kubuat hitam jadi
warna-warni yang cerah. Kubuat luka busuk menjadi seharum mawar dan melati. Aku
pandai membuat orang percaya padaku. Kuhias wajahku dengan senyum, dan mengucapkan
“tidak apa-apa” padahal dalam hati aku suka sekali mengutuk dan mendendam.
Kubuat pemilikku percaya bahwa semua baik-baik saja, kutunjukkan padanya kepalsuan
ini indah. Kubiarkan dia merasa seolah ketiadaan ini nyata.
Aku adalah Dosa,
aku sangat banyak dan hitam, aku melumuri pemujaku dengan candu. Perlahan aku
membuat hatinya menghitam, menyuapinya dengan dosa yang membuatnya nyaman. Berkali-kali
dia kembali padaku setelah tangis ampun yang dia minta pada Tuhannya. Berulang-ulang
dia mencicipiku dan memujaku, menikmati rasa candu yang kuberikan dengan senyum
bodoh di wajahnya. Ketika hatinya menghitam, saat itu aku menjadi tuan rumah di
sana. Aku jadi mampu untuk menepis rasa bersalahnya, membisikkan padanya bahwa
dia tidak pernah bersalah. Lalu perlahan aku jadi matanya, kakinya, tangannya,
tubuhnya, aku merasuki dia sepenuhnya.
Aku adalah
hati. Sesungguhnya aku terlahir seperti kertas putih, tanpa luka dan cacat. Aku
terlahir untuk menghamba pada Tuhan. Tetapi perjalanan hidup itu kadang begitu
kejam. Aku berkenalan dengan hati-hati lain yang setengahnya sudah hitam penuh
dosa, beberapa dari mereka sudah tidak berwujud. Mereka mengajakku di jalan
menuju dosa. Aku terluka, sakit dan lalu cacat. Sejak itu, aku berkenalan pada Topeng
yang mengenalkanku pada kepalsuan. Aku jadi suka sekali senyum di depan semua
orang, meski aku tidak berhenti mendendam dan mengutuk mereka.
Aku adalah
hati. Sesungguhnya aku takut sekali menghianati Tuhan. Tetapi, Dosa selalu saja
menggodaku, aku menikmatinya lagi dan lagi. Sudah tidak terhitung berapa kali banyaknya.
Aku menjadi rapuh dan lemah, candu pada dosa yang menjadi wajar bagiku. “Tidak
apa-apa,” pikirku. “Sekali saja,” batinku. “Besok aku tidak akan melakukannya
lagi.” Begitu penghiburan yang kulakukan untuk diriku. Dosa berbisik padaku
bahwa ini bukanlah hal yang salah, lagipula kesalahan bisa menjadi pembelajaran
bagi kita untuk tidak mengulanginya lagi.
Aku adalah
hati, awalnya aku terlahir bersih seperti kertas putih tanpa noda. Sekarang aku
hitam, hanya tersisa sedikit titik-titik putih. Setiap kali aku bercumbu mesra
dengan dosa, titik-titik putih yang kumiliki merintih berkali-kali. Kadang aku menangisi
masa laluku yang begitu kelam, jalan pulang menuju Tuhan pun terlihat begitu
gelap. Aku ingin pulang, tetapi berdiri pun rasanya sangat sulit. Dosa dengan
erat memelukku dari belakang, menahan tangan dan kakiku, membuatku tidak bisa
bergerak.
Tetapi, begitu
baiknya Tuhanku. Tiap kali aku menangis, dia menerangi jalan pulang itu
untukku. Dia mengulurkan tangan-Nya padaku, tidak peduli betapa dalamnya aku
terjerumus pada dosa. Begitu Maha Pengampunnya Tuhanku, bahkan untuk pendosa
sepertiku yang begitu kotor penuh noda, cacat dan terluka. Begitu Maha Baiknya
Tuhanku yang memelukku, membantuku untuk berdiri meski untuk jalan pun aku
tertatih. Dia menuntunku menuju jalan-Nya kembali, ketika aku begitu lemah
karena jatuh dalam buaian dosa berulang kali.
“Katakanlah, Wahai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah
kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Surah Az-Zumar
ayat 53.
Yuk kunjungi S1288POKER agen poker online uang asli terpercaya indonesia. Dilayani oleh customer service yang ramah dan baik yang siap melayani anda selama 24 jam Non-stop. Proses Deposit dan Withdraw tercepat hanya 5 menit. Di S1288POKER kalian bisa memainkan 6 permainan hanya dalam satu user id.
BalasHapusAyooo..tunggu apalagi yuk daftarin diri kalian segera di S1288POKER untuk dapatin bonus yang menarik serta pelayanan Customer Service yang sangat memuaskan. (PIN BBM : 7AC8D76B)