Kamis, 19 Oktober 2017

"KENAPA?"

Kubiarkan panggilan masuk tak terjawab.
Berdering sekali.
Berdering beberapa kali.
Hujan turun deras di luar.
Sesudah diperingati oleh beberapa guntur yang lumayan keras.

Tiba-tiba listrik mati.
Menyebabkan gelap yang mencekam.
Hanya ada pendar cahaya dari layar handphone yang asik kumainkan.
Hujan dan gelap memang akrab dengan suasana seram.
Apalagi tadi sore baru saja selesai melihat review film Pengabdi Setan yang lagi marak dibicarakan orang.
Aku masih terdiam di kamarku.
Malas beranjak ke luar mengambil lampu cas.
Tak apa gelap.

Kumainkan terus handphone-ku.
Bosan memiringkan badan ke kanan, aku miringkan badanku kiri.
Kulihat sekilas kilat cahaya dari jendela rumah kontrakanku.
Pasti bias cahaya petir dari luar.
Tak lama, kulihat sebuah bayangan lewat.
Samar suara batuk juga terdengar.
Jangan salah paham.
Itu temanku yang kebetulan sedang menginap di rumahku.
Untunglah aku tak sendiri.
Bayangan lewat itu sudah pasti membuatku takut jika aku sendiri di rumah.
Aduh, aku baru ingat kalau ini malam jumat.

Abaikan hujan, abaikan gelap, abaikan malam jumat.
Dingin-dingin begini pasti enak untuk tidur.
Apalagi seharian cuaca sangat panas.
Tapi baru lima detik menutup mata,
Lampu menyala.
Tak jadi tidur.
Mungkin daripada membayar kantuk,
Lebih baik kulunasi rinduku padanya.

Aku mencari namanya di riwayat panggilan keluarku.
Kutekan tombol panggil.
Sejurus kemudian, nada tut tut terdengar nyaring menemaniku menunggu jawaban.
Suara tut tut berakhir, dilanjut suara perempuan di sebelah sana.
"KENAPA?" Memang agak galak, tetapi rindu membuatnya tak masalah.
Alah, aku rindu wajah galaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar